Showing all 5 results

  • Belajar Fokus di Tengah Distraksi Digital

    Rp 46.000

    Mahasiswa di era digital menghadapi tantangan baru dalam menjaga konsentrasi belajar dan meraih prestasi akademik. Buku ini lahir dari penelitian kuantitatif dengan fokus pada dua variabel utama: penggunaan media sosial dan konsentrasi belajar.

    Penggunaan media sosial dan konsentrasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa. Hal ini menegaskan bahwa ada banyak faktor lain yang lebih menentukan keberhasilan akademik.

    Buku ini mengajak pembaca untuk memahami realitas mahasiswa di era digital. Dengan bahasa yang lebih komunikatif, buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa, dosen, praktisi pendidikan, dan masyarakat umum yang tertarik pada isu pendidikan Islam dan tantangan generasi digital.

  • Catatan Hati yang Bertumbuh

    Jejak demi jejak tertinggal dalam diam. Tentang waktu yang nyaris terlewat tanpa makna, mimpi yang digantung terlalu lama, serta luka yang tak pernah benar-benar sempat dijelaskan. Di antara riuhnya kehidupan yang terus berjalan, ada hati-hati yang diam-diam berjuang memahami arah, mempertanyakan pilihan, dan mencoba tetap berdiri meski goyah. Narasi-narasi ini mengalir dari kegelisahan yang akrab. Sibuk nan hampa, berjalan tanpa kata sampai, berharap tapi tak selalu tahu kepada apa.
    Namun, jauh melampaui peluh dan ambisi, ada “Narasi Kalam” yang menjadi kompas paling tenang di tengah badai kehidupan. Antara langkah yang lelah dan ayat yang meneduhkan, kumpulan tulisan ini membuktikan bahwa sejauh apa pun kaki berkelana, kedamaian sejati hanya ditemukan saat kita pulang pada pelukan Sang Pemilik Waktu.

  • Nilai Al-Qur´an dalam Tradisi Mopatama Korā Suku Kaili

    Rp 89.000

    Buku ini mengulas tradisi Mopatama Korā, yaitu prosesi mengkhatamkan Al-Qur’an bagi calon pengantin perempuan pada malam kolontigi (malam pemakaian inai) dalam pernikahan adat suku Kaili di Palu, Sulawesi Tengah. Tradisi ini merupakan hasil pertemuan dan akulturasi antara adat lokal suku Kaili dan ajaran Islam yang berkembang setelah masuknya Islam ke wilayah tersebut.

    Dalam buku ini menampilkan bagaimana Al-Qur’an bukan hanya dipahami sebagai teks suci melainkan dihidupkan dan dimaknai dalam praktik sosial dan budaya masyarakat. Di dalamnya juga mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang terkandung dalam tradisi Mopatama Korā melalui penjelasan tafsir Al-Qur’an dan kaidah fikih al-‘ādah muḥakkamah. Ini menunjukkan bahwa tradisi ini termasuk dalam kategori al-‘urf ṣaḥīḥ, yaitu adat yang tidak bertentangan dengan nash syariat dan mengandung kemaslahatan, khususnya dalam menjaga agama dan keturunan. Dengan demikian, Mopatama Korā layak dipahami dan dilestarikan sebagai warisan budaya religius yang memperkaya khazanah Islam Nusantara.

  • Psikologi Qur’ani: Bangkit Dari Post Infidelity Stress Disorder

    Rp 140.000

    Buku Psikologi Qur’ani: Bangkit dari Post Infidelity Stress menghadirkan pemahaman mendalam tentang trauma akibat perselingkuhan yang dikenal sebagai Post Infidelity Stress Disorder (PISD). Trauma ini tidak hanya meninggalkan luka emosional yang mendalam, tetapi juga memengaruhi kepercayaan diri, ketenangan batin, hubungan keluarga, serta kualitas kehidupan spiritual seseorang.

    Melalui Psikologi Qur’ani dengan metode Ultimate Freedom Mastery (UFM), buku ini memandang trauma bukan sekadar gangguan psikologis, melainkan bagian dari perjalanan menemukan kembali makna hidup. Perpaduan wahyu dan psikologi menghadirkan jalan pemulihan yang menyentuh jasad, akal, dan ruh secara menyeluruh.

    Buku ini menjadi bacaan penting bagi praktisi terapi, konselor, akademisi, pemerhati kesehatan mental, serta masyarakat umum yang ingin memahami proses pemulihan trauma dari perspektif Psikologi Qur’ani. Buku ini menawarkan sumber kekuatan untuk menghadapi luka pengkhianatan, membangun kembali ketahanan diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah swt.

  • Tahsin Tajwid Merawat Bacaan Al-Qur’an dengan Mudah dan indah

    Rp 75.000

    Buku ini menghadirkan uraian mendalam atas Sajak Tajwid yang telah beredar sejak 2017 dan memperoleh respons positif dari berbagai kalangan. Kehadiran syarah ini dimaksudkan untuk menjelaskan maksud setiap bait secara sistematis dan proporsional, sehingga terhindar dari penafsiran yang menyimpang dari ruh dan tujuan penyusunnya.

    Dalam buku ini, Jejak historis Metode Baghdadi turut mendapatkan perhatian, sekaligus ditempatkan dalam kerangka pembahasan yang relevan dengan perkembangan pembelajaran tajwid. Setiap informasi penting yang memerlukan penguatan ilmiah, disertai rujukan otoritatif melalui catatan kaki. Kutipan dari berbagai nazham, khususnya karya ath-Thibi, turut dipaparkan guna memperkaya perspektif dan memperkokoh argumentasi.

    Dengan demikian, Syarah Sajak Tajwid Ini tidak hanya memperjelas makna yang benar, tetapi juga meluruskan pemahaman yang kurang tepat. Semoga kehadirannya dapat menjawab penantian para pembaca dan menjadi panduan yang bermanfaat dalam merawat bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar.