Showing 28–36 of 94 results
-

Buku ini membahas tentang bagaimana metode pendidikan Nabi dalam menyikapi kesalahan orang lain. Penulis mengambil dari perspektif Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid untuk mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung pada metode Nabi tersebut.
Di dalam buku ini, pembaca akan menemukan 38 metode pendidikan Nabi dalam menyikapi kesalahan orang lain. Dan jika disederhanakan menjadi 6 metode yaitu metode nasihat, diskusi dan tanyajawab, kisah, targhib dan tarhib, perumpamaan dan keteladanan. Di dalamnya juga akan dibahas tentang apa saja nilai yang terkandung dalam kepiawaian Nabi dalam menyikapi anomali individu. Untuk lebih informatif, selamat membaca dan semoga bermanfaat!
-

Rp 49.000
Buku ini mengajak pembaca memahami dinamika pengelolaan zakat produktif di Indonesia melalui pembahasan investasi dana zakat dalam perspektif Fatwa MUI No. 4 Tahun 2003. Zakat tidak hanya diposisikan sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat. Hal ini berpotensi menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi mustahik. Buku ini menguraikan konsep istismar dana zakat secara komprehensif, mulai dari landasan normatif, mekanisme pengelolaan, hingga tantangan implementasinya di lembaga amil zakat modern.
Buku ini menunjukkan bahwa fatwa tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hukum, tetapi juga sebagai landasan strategis dalam membangun model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Pengalaman beberapa BAZNAS daerah dalam mengembangkan program zakat produktif menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat secara produktif merupakan peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik, serta memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Buku ini layak menjadi bacaan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi zakat, dan siapa pun yang ingin memahami potensi zakat produktif dalam mendorong kemandirian umat dan penguatan ekonomi Islam di Indonesia.
-

Buku ini membahas peran penting orang tua dan guru dalam membentuk karakter religius anak. Nilai-nilai keagamaan ditanamkan melalui keteladanan dalam perkataan, perbuatan, dan pembiasaan sehari-hari. Melalui contoh yang baik, anak belajar tentang akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelaksanaan ibadah. Buku ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius memerlukan keterlibatan keluarga dan sekolah secara berkesinambungan. Keteladanan yang konsisten menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan perilaku religius pada anak. Dengan demikian, pendidikan karakter tidak hanya diajarkan, tetapi juga dicontohkan dalam kehidupan nyata.
Selain mengulas keteladanan, buku ini menjelaskan berbagai aspek karakter religius yang berkembang pada peserta didik. Pembahasannya mencakup keyakinan, ibadah, penghayatan, pengetahuan, dan pengamalan nilai-nilai agama. Kelima aspek tersebut saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang beriman dan berakhlak. Buku ini juga menyoroti pentingnya menghubungkan pemahaman agama dengan perilaku sehari-hari. Penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama menjadi wujud nyata karakter religius. Buku ini dapat menjadi panduan bagi keluarga, pendidik, dan masyarakat dalam membina generasi yang berakhlak mulia.
-

Inilah catatan perjalanan selama tiga tahun Sang Maestro Kaligrafi Indonesia yang sarat dengan pelajaran. Tulisan santai sekaligus kaya inspirasi ini dibuat saat istirahat di tepi sungai, di sela-sela acara, bakda subuh, siang, sore atau tengah malam dan lintas tempat—dari Jakarta serta berbagai penjuru Nusantara dan Asia hingga Makkah dan Madinah.
Meski diselingi pelajaran detail dan wawasan historis kaligrafi, buku ini—tutur penulis—bukan artikel ilmiah, melainkan “guyonan sambil berpikir” dan “pemikiran campur guyon”. Tujuannya adalah mengajak kawula muda untuk rame-rame senang, ya senang belajar kaligrafi. “Di mana-mana hatiku senang” menulis dan melukis kaligrafi. Biar kita bisa ketawa membaca cerita sambil berkarya. Kreatif bin rekreatif itu tak hanya menyenangkan, tapi juga mendorong hobi jadi profesi yang profesional.
Selamat menikmati kisah-kisah unik, asyik, dan memantik Anda untuk berkreasi sekaligus memetik pelajaran hidup sehari-hari. Sebuah seni untuk memperindah lukisan dan kehidupan.
-

Rp 55.000
berisi kumpulan sholawat, wirid setelah sholat, serta surah-surah pilihan (surah munjiat).
-

Kemiskinan yang terstruktur dan ketimpangan kesejahteraan sosial sedang berlangsung karena sistim sosial ekonomi ribawi dan dan belum diberdayakannya zakat secara maksimal. Riba jahiliyah kini telah berganti kemasan menjadi berbagai macam bentuk riba, mulai dari kredit perbankan, riba on line, rentenir di pasar tradisional dan atau pembiayaan terselubung. Mufassir dan fuqaha harus dapat menganalisanya secara cermat dengan menggunakan kaidah tafsir dan fikih untuk berijtihad menentukan keputusan hukum yang jelas sebagai solusi untuk mereduksi riba, sehingga roda ekonomi ummat dapat berjalan lancar tanpa terjerumus ke dalam samudra riba, agar prinsip : Islam sesuai untuk segala waktu dan tempat, dapat terealisir.
Riba sudah jelas hukumnya haram, yang menjadi masalah adalah “faidah” yang status hukumnya diperselisihkan, seperti deposito, tambahan harga pada transaksi kredit, jual beli emas atau mata uang yang tidak kontan dan model transaksi online yang lainnya, inilah yang menjadi perdebatan.
Sistim ribawi ini menyebabkan debitur terus terperangkap oleh hutang hingga tidak sanggup melunasinya. Khusus tentang hasil investasi di Bank yang menjadi polemik antar ‘Ulama, adalah bagian dari hukum zhanniy yang kondisional, solusinya adalah mengganti bunga investasi dengan sistim bagi hasil (revenue sharing) yang lebih adil dan sesuai dengan maqashid syariah.
Temuan dari hasil penelitian adalah bahwa diperlukan telaah/pemahaman ulang (I’adhatul Nadhar) terhadap penafsiran ayat-ayat zakat dan riba dalam usaha melemahkan praktik riba dengan memberdayakan zakat (tepat masharifnya). Penulis juga mengajukan perubahan kaidah “Setiap utang-piutang yang mendatangkan manfaat adalah riba”, apabila “manfaat tersebut disyaratkan pada awal akad.” Untuk masa depan perlu dipertimbangkan kaidah menjadi : “Tidak setiap utang-piutang yang mendatangkan manfaat adalah riba”
-

Di dalam dinamika masyarakat saat ini menghadapi tantangan era globalisasi. Perkembangan informasi dan teknologi yang cepat membuat budaya asing mudah diterima oleh banyak orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan dapat berpengaruh terhadap karakter seseorang.
Karakter merupakan sifat – sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Sehingga dalam proses pembelajaran Tahfizh, penting dibangun karakter mulia, terutama karakter bertanggung jawab. Di dalam buku ini akan membahas pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dapat membentuk karakter tersebut.
Karakter tanggung jawab merupakan karakter penting di dalam kehidupan. Menumbuhkan sikap tanggung jawab harus dilakukan sejak dini. Tanggung jawab merupakan perwujudan dari niat dan tekad untuk menjalankan tugas. Buku ini akan mengajak pembaca menelusuri bagaimana mewujudkan karakter mulia tersebut. Selamat membaca, semoga bermanfaat!
-

Buku ini membahas peran seorang muhafiz terhadap prestasi santri non mukim dalam mengikuti Musabaqah Tilawah Al-Qur`an (MTQ) di pengajian KH. Abdurrahman Makmun Tangerang. Buku ini ditulis untuk memberikan motivasi belajar bagi siapapun dalam menerapkan fenomena sosial yang dilakukan secara langsung di pengajian KH. Abdurrahman Makmun yang bertempat di Jl. H. Usan, Rt 05 Rw 03 kel. Belendung kec. Benda kota Tangerang prov. Banten. Abdurrahman Makmun merupakan pimpinan salah satu pengajian di wilayah Tangerang. Istrinya bernama Ibu Hj. Mardiyah yang merupakan alumni IIQ Jakarta pada tahun 1995. Mereka adalah pasangan suami istri yang huffaz Qur’an. Beliau berhasil menarik perhatian warga setempat dalam belajar dan mempelajari Al-Qur`an sehingga banyak santri yang berhasil menghafalkan Al-Qur`an hingga 30 juz dengan kualitas hafalan yang baik dan bisa diikutsertakan dalam perhelatan Musabaqah Tilawah Al-Qur`an (MTQ) dari antar kota hingga ke international. Hal ini tidak terlepas dari peran seorang muhafiz dalam membimbing dan memberikan arahan, diantaranya: memberikan pembinaan baik dalam ziyadah hafalan atau keikutsertaan MTQ, menanamkan kedisiplinan, memberikan keteladanan, memberikan saran dan motivasi baik secara intrinsik atau ekstrinsik. Para muhafiz memberikan arahan dan bimbingan tidak hanya kepada santri yang mukim, bahkan yang non mukim sekalipun sehingga santri non mukim bisa memperoleh 20 prestasi dalam ajang MTQ dengan hasil yang memuaskan. Semoga bermanfaat, selamat membaca!
-

Islam sebagai agama universal memiliki sifat adaptif untuk tumbuh dan berkembang di segala tempat dan setiap saat. Sulit untuk menghindari pengaruh tempat dalam kehidupan beragama, ajaran Islam sekalipun berhadapan dengan tradisi lokal, tetap mempertahankan universalitasnya. Ini merupakan indikasi bahwa perbedaan budaya bukanlah halangan untuk tercapainya tujuan Islam.
Mengungkap Makna Al-Qur’an dalam Tradisi Belamin. Buku ini, membahas tradisi yang berlangsung sejak lama. Diperkirakan sejak abad ke-16. Tradisi ini dilestarikan oleh masyarakat Ketapang, Kalimantan Barat dan masih memiliki garis keturunan dengan Kerajaan Matan Tanjungpura. Sebuah ritual ketika seorang gadis mengalami haidh pertama dan masih keturunan Kerajaan Matan Tanjungpura masyarakat akan melakukan tradisi yang disebut Belamin.
Tradisi ini umumnya dilakukan selama 7 (tujuh) hari dengan menyesuaikan kondisi perkembangan zaman, dan dalam pelaksanaan tradisi ini dilakukan dengan beberapa tata cara yaitu pertama, persiapan, kedua, anak gadis dilaminkan (dipingit dalam kamar), ketiga, keluar (turun) lamin, dan keempat, proses akhir pelaksanaan Tradisi Belamin. Nah, apakah tradisi ini termaktub dalam khazanah Islam? jikakau benar, apakah relevan dengan kandungan Al-Qur’an? Simaklah penjelasan detailnya dalam buku ini dan selamat membaca!