View cart “Nilai Al-Qur´an dalam Tradisi Mopatama Korā Suku Kaili” has been added to your cart.
-

Rp 60.000
Bahan Ajar Indeks Zakat Jilid 1 merupakan panduan komprehensif mengenai sistem pengukuran kinerja zakat yang dikembangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI). Buku ini membahas empat instrumen utama: Indeks Zakat Nasional, Indeks Literasi Zakat, Indeks Transparansi Lembaga Pengelola Zakat, dan Indeks Kepatuhan Syariah Lembaga Zakat.
Melalui pendekatan konseptual dan metodologis yang sistematis, buku ini menjelaskan dimensi makro dan mikro pengelolaan zakat, model estimasi penghitungan indeks, pengukuran dampak zakat terhadap kesejahteraan mustahik dan pengentasan kemiskinan serta pengukuran kualitas tatakelola dalam pengelolaan zakat. Disusun untuk mahasiswa, akademisi, dan praktisi, buku ini menjadi rujukan penting dalam mendorong tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi umat.
-

Islam sebagai agama universal memiliki sifat adaptif untuk tumbuh dan berkembang di segala tempat dan setiap saat. Sulit untuk menghindari pengaruh tempat dalam kehidupan beragama, ajaran Islam sekalipun berhadapan dengan tradisi lokal, tetap mempertahankan universalitasnya. Ini merupakan indikasi bahwa perbedaan budaya bukanlah halangan untuk tercapainya tujuan Islam.
Mengungkap Makna Al-Qur’an dalam Tradisi Belamin. Buku ini, membahas tradisi yang berlangsung sejak lama. Diperkirakan sejak abad ke-16. Tradisi ini dilestarikan oleh masyarakat Ketapang, Kalimantan Barat dan masih memiliki garis keturunan dengan Kerajaan Matan Tanjungpura. Sebuah ritual ketika seorang gadis mengalami haidh pertama dan masih keturunan Kerajaan Matan Tanjungpura masyarakat akan melakukan tradisi yang disebut Belamin.
Tradisi ini umumnya dilakukan selama 7 (tujuh) hari dengan menyesuaikan kondisi perkembangan zaman, dan dalam pelaksanaan tradisi ini dilakukan dengan beberapa tata cara yaitu pertama, persiapan, kedua, anak gadis dilaminkan (dipingit dalam kamar), ketiga, keluar (turun) lamin, dan keempat, proses akhir pelaksanaan Tradisi Belamin. Nah, apakah tradisi ini termaktub dalam khazanah Islam? jikakau benar, apakah relevan dengan kandungan Al-Qur’an? Simaklah penjelasan detailnya dalam buku ini dan selamat membaca!
-

Rp 85.000
Buku ini mengulas tradisi Mopatama Korā, yaitu prosesi mengkhatamkan Al-Qur’an bagi calon pengantin perempuan pada malam kolontigi (malam pemakaian inai) dalam pernikahan adat suku Kaili di Palu, Sulawesi Tengah. Tradisi ini merupakan hasil pertemuan dan akulturasi antara adat lokal suku Kaili dan ajaran Islam yang berkembang setelah masuknya Islam ke wilayah tersebut.
Dalam buku ini menampilkan bagaimana Al-Qur’an bukan hanya dipahami sebagai teks suci melainkan dihidupkan dan dimaknai dalam praktik sosial dan budaya masyarakat. Di dalamnya juga mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang terkandung dalam tradisi Mopatama Korā melalui penjelasan tafsir Al-Qur’an dan kaidah fikih al-‘ādah muḥakkamah. Ini menunjukkan bahwa tradisi ini termasuk dalam kategori al-‘urf ṣaḥīḥ, yaitu adat yang tidak bertentangan dengan nash syariat dan mengandung kemaslahatan, khususnya dalam menjaga agama dan keturunan. Dengan demikian, Mopatama Korā layak dipahami dan dilestarikan sebagai warisan budaya religius yang memperkaya khazanah Islam Nusantara.
-

Rp 100.000
Buku ini menghadirkan uraian mendalam atas Sajak Tajwid yang telah beredar sejak 2017 dan memperoleh respons positif dari berbagai kalangan. Kehadiran syarah ini dimaksudkan untuk menjelaskan maksud setiap bait secara sistematis dan proporsional, sehingga terhindar dari penafsiran yang menyimpang dari ruh dan tujuan penyusunnya.
Dalam buku ini, Jejak historis Metode Baghdadi turut mendapatkan perhatian, sekaligus ditempatkan dalam kerangka pembahasan yang relevan dengan perkembangan pembelajaran tajwid. Setiap informasi penting yang memerlukan penguatan ilmiah, disertai rujukan otoritatif melalui catatan kaki. Kutipan dari berbagai nazham, khususnya karya ath-Thibi, turut dipaparkan guna memperkaya perspektif dan memperkokoh argumentasi.
Dengan demikian, Syarah Sajak Tajwid Ini tidak hanya memperjelas makna yang benar, tetapi juga meluruskan pemahaman yang kurang tepat. Semoga kehadirannya dapat menjawab penantian para pembaca dan menjadi panduan yang bermanfaat dalam merawat bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar.
-

Rp 70.000
Buku ini membahas upaya pemulihan luka batin yang dialami korban perkosaan melalui pendekatan nilai-nilai Al-Qur’an. Peristiwa kekerasan seksual tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam, seperti ketakutan, rasa bersalah, kehilangan makna hidup, dan keguncangan spiritual. Dalam kondisi inilah Al-Qur’an hadir sebagai sumber ketenangan, penguatan jiwa, dan harapan bagi mereka yang terluka. Dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ketenangan jiwa, kesabaran, keyakinan, introspeksi diri, serta hikmah di balik ujian kehidupan. Dalam buku ini menguraikan bagaimana nilai-nilai ilahiah dapat menjadi fondasi dalam proses trauma healing. Al-Qur’an tidak hanya menawarkan penghiburan spiritual, tetapi juga membimbing manusia untuk menemukan kembali makna hidup, rasa aman, dan kedamaian batin. Buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik, konselor, pegiat sosial, serta siapa pun yang ingin memahami proses penyembuhan trauma dari perspektif Islam yang humanis, empatik, dan penuh rahmah.