View cart “ESENSI PEMBELAJARAN TAHSIN AL-QUR’AN” has been added to your cart.
Showing 1–9 of 21 results
-

Interaksi yang hidup di dalam kelas dapat dilihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Penyebab kurang aktifnya proses kegiatan dalam kelas karena guru tidak optimal dalam menerapkan keterampilan bertanya. Buku ini membahas tentang beberapa hal untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan perencanaan pendekatan saintifik yang membantu guru dalam menstimulus dirinya untuk bertanya kepada para siswa lebih aktif dan variatif lagi. Di dalam buku ini akan dibahas secara spesifik. Semoga buku ini bermanfaat, selamat membaca!
-

Rp 75.000
Buku “AL-QUR’AN ISYARAT: Cahaya Bagi Penyandang Tunarungu” hadir sebagai manifestasi bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk universal yang melampaui segala keterbatasan fisik manusia. Berpijak pada konsep pendidikan inklusif, buku ini membedah landasan teologis dan praktis dalam menghadirkan kalam Ilahi bagi masyarakat tuli. Penulis menegaskan bahwa hak untuk berinteraksi dengan wahyu adalah milik semua orang, sekaligus memberikan tinjauan kritis terhadap literatur terdahulu guna memperkuat sistem pendidikan Al-Qur’an yang lebih ramah disabilitas.
Selanjutnya, buku ini mengupas tuntas aspek teknis dan metodologis mengenai interaksi tunarungu dengan Al-Qur’an. Mulai dari pemahaman mendalam terhadap karakteristik sensorik rungu wicara hingga penerapan metode isyarat yang sistematis dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an. Kehadiran panduan praktis ini menjadi terobosan penting untuk menjembatani kesenjangan aksesibilitas agama, yang selama ini sering kali hanya berfokus pada metode auditori konvensional.
Pada bagian akhir, pembaca diajak menelusuri ekosistem pendukung melalui potret Pesantren Tahfiz Difabel, mulai dari visi pendirian hingga manajemen fasilitasnya. Buku ini mengungkap pilar-pilar keberhasilan pendidikan inklusif yang mampu mengubah kesunyian menjadi lantunan gerak bermakna. Ini adalah karya komprehensif yang tidak hanya menawarkan panduan pedagogis, tetapi juga inspirasi spiritual bagi pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan akses Al-Qur’an yang setara bagi semua.
-

-

Rp 75.000
Buku ini menguraikan secara sistematis pembelajaran makhārij al-ḥurūf dan ṣifāt al-ḥurūf sebagai dasar utama dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an. Di dalamnya, berisi penjelasan yang disusun berdasarkan proses dalam menerapkan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dimana, di dalamnya terdapat tiga tahapan utama pembelajaran.
Pertama, tahap perencanaan. Tahap ini menyajikan beberapa langkah, seperti pelaksanaan pretest, pengelompokan peserta, penyediaan media, serta penyusunan rubrik penilaian. Kedua, tahap pelaksanaan. Tahap ini ditandai dengan pembacaan sajak tajwid dan penggunaan strategi S.U.B.U.H (Salam, Ulang, Beri, Uji, Hamdalah). Ketiga, tahap evaluasi. Di tahap ini, dilakukan untuk melihat perkembangan dan memastikan ketercapaian tujuan.
Selain itu, buku ini menjelaskan strategi pembelajaran melalui ceramah, praktik, dan demonstrasi. Serta strategi melalui tanya jawab dan latihan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kesadaran peserta mengenai kefasihan pengucapan huruf, pentingnya mempelajari makhārij dan ṣifāt, serta kemampuan menerapkannya dalam bacaan Al-Qur’an secara benar dan konsisten. Dengan penyajian yang jelas dan aplikatif, buku ini menjadi panduan berharga bagi para pengajar, praktisi tahsin, dan pembelajar Al-Qur’an yang ingin meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode yang efektif dan terarah.
-

-

Komunikasi sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia baik sebagai hamba maupun anggota masyarakat. Komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan yang menganut nilai-nilai Islam dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. Pemberian pendidikan mengenai komunikasi Islam kepada peserta didik merupakan suatu upaya dalam menjadikan peserta didik menjalin hubungan baik dengan dirinya sendiri, sesama dan Sang Pencipta.
Dilihat dari prosesnya yang tidak hanya menempatkan bahasa Arab dan bahasa Inggris menjadi mahkota pesantren, namun di samping itu memperhatikan etika-etika ketika berkomunikasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Pesantren menyediakan berbagai kegiatan ataupun program demi membentuk kesantunan berbahasa santri/watinya. Pesantren menyediakan program seperti Mufradat, Muhaddatsah, Muhadharah, pemberian nasihat secara rutin setiap selesai shalat Subuh dan Maghrib dan sebagainya. Hasilnya ialah dengan adanya program-program serta pendisiplinan yang merupakan suatu bentuk kebijaksanaan pesantren kepada santri/watinya secara bertahap mengubah tata bahasa mereka atau tutur kata mereka ke arah yang lebih baik, bukan hanya kosa-kata saja yang bertambah, lebih dari itu, percakapan sehari-hari dengan memperhatikan etika atau adab berbicara yang diajarkan oleh pesantren juga diterapkan dengan baik. Faktor yang menghambat seperti adanya pengaruh pergaulan, latar belakang, dan efek liburan.
-

Buku ini membahas tentang bagaimana metode pendidikan Nabi dalam menyikapi kesalahan orang lain. Penulis mengambil dari perspektif Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid untuk mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung pada metode Nabi tersebut.
Di dalam buku ini, pembaca akan menemukan 38 metode pendidikan Nabi dalam menyikapi kesalahan orang lain. Dan jika disederhanakan menjadi 6 metode yaitu metode nasihat, diskusi dan tanyajawab, kisah, targhib dan tarhib, perumpamaan dan keteladanan. Di dalamnya juga akan dibahas tentang apa saja nilai yang terkandung dalam kepiawaian Nabi dalam menyikapi anomali individu. Untuk lebih informatif, selamat membaca dan semoga bermanfaat!
-

Di dalam dinamika masyarakat saat ini menghadapi tantangan era globalisasi. Perkembangan informasi dan teknologi yang cepat membuat budaya asing mudah diterima oleh banyak orang, baik orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan dapat berpengaruh terhadap karakter seseorang.
Karakter merupakan sifat – sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Sehingga dalam proses pembelajaran Tahfizh, penting dibangun karakter mulia, terutama karakter bertanggung jawab. Di dalam buku ini akan membahas pembelajaran tahfidz Al-Qur’an dapat membentuk karakter tersebut.
Karakter tanggung jawab merupakan karakter penting di dalam kehidupan. Menumbuhkan sikap tanggung jawab harus dilakukan sejak dini. Tanggung jawab merupakan perwujudan dari niat dan tekad untuk menjalankan tugas. Buku ini akan mengajak pembaca menelusuri bagaimana mewujudkan karakter mulia tersebut. Selamat membaca, semoga bermanfaat!
-

Buku ini membahas peran seorang muhafiz terhadap prestasi santri non mukim dalam mengikuti Musabaqah Tilawah Al-Qur`an (MTQ) di pengajian KH. Abdurrahman Makmun Tangerang. Buku ini ditulis untuk memberikan motivasi belajar bagi siapapun dalam menerapkan fenomena sosial yang dilakukan secara langsung di pengajian KH. Abdurrahman Makmun yang bertempat di Jl. H. Usan, Rt 05 Rw 03 kel. Belendung kec. Benda kota Tangerang prov. Banten. Abdurrahman Makmun merupakan pimpinan salah satu pengajian di wilayah Tangerang. Istrinya bernama Ibu Hj. Mardiyah yang merupakan alumni IIQ Jakarta pada tahun 1995. Mereka adalah pasangan suami istri yang huffaz Qur’an. Beliau berhasil menarik perhatian warga setempat dalam belajar dan mempelajari Al-Qur`an sehingga banyak santri yang berhasil menghafalkan Al-Qur`an hingga 30 juz dengan kualitas hafalan yang baik dan bisa diikutsertakan dalam perhelatan Musabaqah Tilawah Al-Qur`an (MTQ) dari antar kota hingga ke international. Hal ini tidak terlepas dari peran seorang muhafiz dalam membimbing dan memberikan arahan, diantaranya: memberikan pembinaan baik dalam ziyadah hafalan atau keikutsertaan MTQ, menanamkan kedisiplinan, memberikan keteladanan, memberikan saran dan motivasi baik secara intrinsik atau ekstrinsik. Para muhafiz memberikan arahan dan bimbingan tidak hanya kepada santri yang mukim, bahkan yang non mukim sekalipun sehingga santri non mukim bisa memperoleh 20 prestasi dalam ajang MTQ dengan hasil yang memuaskan. Semoga bermanfaat, selamat membaca!