Showing 10–18 of 21 results

  • MOTIVASI BELAJAR MELALUI METODE NUMBERED HEADS TOGETHER

    Hadirnya buku ini untuk menginformasikan kepada para pengajar/guru dalam memotivasi belajar siswa, yaitu dengan metode Numbered Heads Together (NHT). Metode pembelajaran yang efektif digunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.

    Metode ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, kerja sama antar siswa, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Buku ini akan mengarahkan pembaca beberapa tahapan-tahapannya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaannya, dan bagaimana mengevaluasinya. Untuk mengetahui lebih lanjut, milikilah buku ini. Semoga bermanfaat, dan selamat membaca!

  • Motivasi Pembelajaran Siswa di Era Milenial

    Buku ini berisi tentang efektifitas belajar siswa di era milenial. Seperti yang kita ketahui, penggunaan gadget sangat digandrungi oleh anak zaman sekarang.  Apakah masih terlintas pada mereka untuk belajar? Dapatkah mereka membagi waktu antara belajar dan bermain melalui gadget mereka?

    Di dalam buku ini akan dibahas bagaimana motivasi belajar siswa di tengah-tengah kemudahan internet. Demi tetap melestarikan karakter yang unggul. Menumbuhkan ketekunan belajar,  dorongan belajar, minat belajar, rasa ulet belajar, harapan dan cita-cita masa depan. Buku ini juga akan membantu guru dalam memotivasi terkait keteguhan prinsip, menuntaskan permasalahan orang lain, menumbuhkan kegiatan belajar yang menarik, dan mandiri. Semoga bermanfaat, selamat membaca!

  • Optimalisasi EQ dengan Fun Learning

    Pendidikan merupakan hak yang harus diberikan kepada setiap anak. Anak usia dini mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat luar biasa. Penting bagi orang tua mengarahkan pendidikan anak dengan tepat, terutama pendidikan agama. Fun Learning menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk pendidikan anak.

    Kegiatan belajar-mengajar yang menyenangkan dengan berbagai metode dan media. Kreativitas pembelajaran menyesuaikan dengan karakter dan dunia anak usia dini. Tentunya dengan kesenangan dan kegembiraan. Jika anak tidak senang, pasti mereka tidak memperhatikan dan berakibat akan jenuh dan masa bodoh terhadap materi yang diajarkan. Di dalam buku ini pembaca akan menemukan bagaimana mengimplementasikan pembelajaran pendidikan agama Islam melalui pendekatan fun learning dan kaitannya dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Untuk pembahasan selanjutnya, selamat membaca dan semoga bermanfaat!

  • Panduan Praktis Pendidikan Karakter Religius

    Buku ini berisi tentang panduan praktis pendidik dalam membentuk karakter anak didik yang berkualitas dari segi religius. Di dalamnya akan dibahas tentang unsur-unsur kurikulum pendidikan. Pertama, tujuan pendidikan yaitu mengajarkan atau menanamkan karakter religius kepada murid didasari dengan  ilmu agama. Menjadikan Allah sebagai  satu-satunya yang berhak dan wajib untuk disembah, itu merupakan dari ciri-ciri ilmu yang bermanfaat.

  • PARADIGMA NAFKAH ISTRI

    Rp 70.000

    Buku Paradigma Nafkah Istri menghadirkan pandangan baru tentang makna nafkah dalam keluarga Muslim. Ia tidak sekadar membahas kewajiban suami memberi nafkah, tetapi juga menggali hakikat nafkah sebagai wujud cinta, amanah, dan kerja sama yang membangun keseimbangan dalam rumah tangga.

    Melalui pendekatan Al-Qur’an dan realitas sosial, buku ini menelusuri bagaimana nilai-nilai ilahiah dapat diterjemahkan dalam kehidupan modern, dimana istri sering turut berperan dalam menopang ekonomi keluarga. Dengan bahasa yang lugas dan bernas, penulis mengajak pembaca memahami bahwa kerja sama antara suami dan istri bukan bentuk pelanggaran syariat, melainkan ekspresi kasih dan tanggung jawab bersama.

    Karya ini menjadi refleksi penting bagi siapa pun yang ingin melihat hubungan suami-istri dari sudut pandang yang lebih adil, manusiawi, dan Qur’ani — sebuah paradigma yang menempatkan nafkah bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai jembatan menuju keluarga yang sakinah, penuh cinta, dan bermartabat.

  • Penguatan Pendidikan Karakter Mandiri dan Tanggung Jawab di Era New Normal

    Buku ini membahas tentang bagaimana peran Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM)  dalam penanaman pendidikan karakter mandiri dan tanggung jawab di era new normal.  Pertama, implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Pelaksanaan program diawali oleh guru-guru melaksanakan dan mengembangkan kurikulum, sedangkan peserta didik yang dalam pembelajaran didampingi orang tua selama di rumah. Kedua, efektifitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam penanaman karakter mandiri dan tanggung jawab melalui keteladanan, pembiasaan, serta motivasi dan dikemas dalam kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.

  • Peran Kecerdasan Adversitas dan Kemandirian Mahasiswi Melalui Kegiatan Ubudiah di Pesantren Takhassus “IIQ” Jakarta

    Buku ini menjelaskan tentang peran kecerdasan adversitas dan kemandirian mahasiswi melalui kegiatan ubudiah. Penulis menjelaskan bahwa peran kecerdasan adversitas dan kemandirian melalui kegiatan ubudiyah memiliki pengaruh penting terhadap mahasiswi di Pesantren Takhassus “IIQ” Jakarta.

    Kecerdasan adversitas melalui kegiatan ubudiah berperan mengembalikan semangat mahasiswi berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang telah dimilikinya dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, memperkuat mental dalam menghadapi kesulitan, mengajarkan untuk bersabar, tawakkal dan ikhlas atas segala kesulitan, serta permasalahan dalam melaksanakan kewajibannya.

    Sedangkan kemandirian, memiliki pengaruh terhadap kemampuan mahasiswi dalam meningkatkan kedisiplinan, menumbuhkan kepercayaan dan kemampuan dirinya, meningkatkan rasa bertanggung jawab atas dirinya dan tugasnya untuk mengikuti kegiatan ubudiah, membantu mengontrol dirinya, serta memberikan pelajaran agar tidak bergantung kepada orang lain.

  • Rumah Tangga Bahagia dengan Relasi Setara

    Islam menegaskan kesetaraan pasangan suami isteri dalam relasi seksual dengan ungkapan  “pakaian” bagi keduanya, “hunna libâsun lakum wa antum libâsun lahunn. Pakaian tidak hanya menutupi rasa malu manusia, tetapi juga menjaga kehormatannya dan melindungi dari segala hal-hal yang buruk, termasuk perselingkuhan dan perzinahan akibat tidak terpenuhi kebutuhan seksualnya.

    Adapun ketimpangan relasi seksual selama ini membudaya di masyarakat karena terjadi salah faham terhadap ajaran agama. Interpretasi teks Al-Qur’an atau hadis yang bias gender seringkali dijadikan argumen keabsahan tindakan yang tidak jarang sangat merugikan perempuan (isteri). Di dalam buku ini akan menjelaskan bahwa Islam juga melindungi kehormatan manusia secara umum dan secara khusus. Melindungi hak hidup dan hak seksual perempuan dengan larangan zina. Semoga buku ini bermanfaat, selamat membaca!

  • SERIAL BUKU MODERASI BERAGAMA; Mengenali Praktik Baik Ta’lim Al Qur’an

    Buku ini terdiri dari lima (5) bagian. Bagian pertama adalah Iftitah, berisi pendahuluan, yang mengulas konteks atau latar belakang lahirnya buku, maksud dan tujuan, serta target sasaran buku. Bagian kedua, mengulas terkait “adab terhadap al-Qur’an”; mulai dari pengertian, pentingnya adab, adab menyentuh dan membawa al-Qur’an, adab membaca al-Qur’an, serta adab menaruh dan meletakkan al-Qur’an. Bagian ketiga, berisi tentang “sanad guru ngaji”; yang akan disajikan pembahasan mengenai definisi sanad, pentingnya sanad, sejarah lahirnya lembaga pendidikan beserta guru ngaji al-Qur’an, hingga kisah dan tips para guru ngaji dalam belajar dan menghafal al-Qur’an. Bab keempat, berisi tentang “kidung pelestarian al-Qur’an”; yang menghadirkan dimensi kearifan lokal terkait tradisi masyarakat dan menghidupkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari (living Qur’an). Pada bagian inilah diangkat kembali berbagai praktik pelestarian al-Qur’an di tengah masyarakat. Seperti penyampaian pesan penting al-Qur’an melalui pujian, atau kidung, atau syair-syair lokal. Bagian kelima, sebagai bagian akhir dari buku ini berisi tentang pengalaman dan praktik belajar al-Qur’an di daerah tertentu. Sebagai sebuah contoh refeleksi terkait rasa dan suasana belajar al-Qur’an.