View cart “STANDARDISASI PENDIDIKAN PERSPEKTIF TAFSIR” has been added to your cart.
Showing 19–27 of 28 results
-

Rp 145.000
Buku ini menggali konsep mendalam tentang potensi manusia (an-nafs) menurut Al-Qur’an. Memandang manusia sebagai makhluk dengan potensi yang menyatu antara spiritual, intelektual, emosional, dan moral. Pandangan ini menolak gagasan kecerdasan yang terpisah sebagaimana teori Multiple Intelligences, dan menawarkan cara pandang Al-Qur’an yang lebih holistik.
Melalui empat metode pendekatan utama—taswiyah, tazkiyah, iktisyāf, dan tawāṣul. Buku ini menunjukkan bagaimana jiwa manusia dapat diselaraskan, disucikan, dan dikembangkan secara seimbang. Semua itu berpuncak pada satu tujuan besar: membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan hati dan menyinari ruh.
Karya ini menjadi panduan inspiratif bagi pendidik, akademisi, dan siapa pun yang ingin memahami potensi manusia secara utuh dalam cahaya Al-Qur’an. Semoga bermanfaat, dan selamat membaca!
-

Buku ini membahas tentang bagaimana peran Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam penanaman pendidikan karakter mandiri dan tanggung jawab di era new normal. Pertama, implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Pelaksanaan program diawali oleh guru-guru melaksanakan dan mengembangkan kurikulum, sedangkan peserta didik yang dalam pembelajaran didampingi orang tua selama di rumah. Kedua, efektifitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam penanaman karakter mandiri dan tanggung jawab melalui keteladanan, pembiasaan, serta motivasi dan dikemas dalam kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.
-

Rp 54.000
Buku ini menjelaskan tentang peran kecerdasan adversitas dan kemandirian mahasiswi melalui kegiatan ubudiah. Penulis menjelaskan bahwa peran kecerdasan adversitas dan kemandirian melalui kegiatan ubudiyah memiliki pengaruh penting terhadap mahasiswi di Pesantren Takhassus “IIQ” Jakarta.
Kecerdasan adversitas melalui kegiatan ubudiah berperan mengembalikan semangat mahasiswi berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang telah dimilikinya dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, memperkuat mental dalam menghadapi kesulitan, mengajarkan untuk bersabar, tawakkal dan ikhlas atas segala kesulitan, serta permasalahan dalam melaksanakan kewajibannya.
Sedangkan kemandirian, memiliki pengaruh terhadap kemampuan mahasiswi dalam meningkatkan kedisiplinan, menumbuhkan kepercayaan dan kemampuan dirinya, meningkatkan rasa bertanggung jawab atas dirinya dan tugasnya untuk mengikuti kegiatan ubudiah, membantu mengontrol dirinya, serta memberikan pelajaran agar tidak bergantung kepada orang lain.
-

Rp 140.000
Buku Qirā’āt dalam Literatur Tafsir Indonesia mengajak pembaca menelusuri dimensi penting namun kerap terpinggirkan dalam khazanah tafsir Al-Qur’an di Indonesia: ragam qirā’āt. Lebih dari sekadar variasi bacaan, qirā’āt dihadirkan sebagai elemen strategis yang memperluas cakrawala makna ayat, membentuk corak penafsiran, dan memengaruhi proses istinbāṭ hukum. Dengan uraian yang sistematis dan mudah diikuti, buku ini menjelaskan hakikat ilmu qirā’āt, kedudukannya dalam tradisi tafsir, serta relasinya dengan dinamika perkembangan penafsiran Al-Qur’an di Indonesia dari masa klasik hingga kontemporer.
Secara khusus, buku ini menelusuri jejak historis penggunaan qirā’āt sejak abad ke-17 hingga abad ke-21 melalui telaah atas karya-karya monumental yang representatif. Melalui pendekatan historis dan analisis hermeneutika, pembaca diajak memahami bagaimana para mufasir Nusantara memposisikan dan memaknai keragaman bacaan Al-Qur’an—ada yang menjadikannya fondasi argumentasi makna, ada pula yang menempatkannya secara proporsional sesuai konteks sosial, pendidikan, dan orientasi keilmuan zamannya.
Karya ini menegaskan bahwa setiap ragam bacaan bukan sekadar variasi linguistik, melainkan pintu menuju keluasan makna dan kedalaman tafsir. Ditulis dengan analisis yang kokoh namun tetap komunikatif, buku ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan studi Al-Qur’an di Indonesia, serta layak dibaca oleh mahasiswa, akademisi, dan siapa pun yang ingin memahami dinamika serta kekayaan tradisi tafsir Indonesia secara lebih utuh dan bernuansa
-

Islam menegaskan kesetaraan pasangan suami isteri dalam relasi seksual dengan ungkapan “pakaian” bagi keduanya, “hunna libâsun lakum wa antum libâsun lahunn. Pakaian tidak hanya menutupi rasa malu manusia, tetapi juga menjaga kehormatannya dan melindungi dari segala hal-hal yang buruk, termasuk perselingkuhan dan perzinahan akibat tidak terpenuhi kebutuhan seksualnya.
Adapun ketimpangan relasi seksual selama ini membudaya di masyarakat karena terjadi salah faham terhadap ajaran agama. Interpretasi teks Al-Qur’an atau hadis yang bias gender seringkali dijadikan argumen keabsahan tindakan yang tidak jarang sangat merugikan perempuan (isteri). Di dalam buku ini akan menjelaskan bahwa Islam juga melindungi kehormatan manusia secara umum dan secara khusus. Melindungi hak hidup dan hak seksual perempuan dengan larangan zina. Semoga buku ini bermanfaat, selamat membaca!
-

Buku ini terdiri dari lima (5) bagian. Bagian pertama adalah Iftitah, berisi pendahuluan, yang mengulas konteks atau latar belakang lahirnya buku, maksud dan tujuan, serta target sasaran buku. Bagian kedua, mengulas terkait “adab terhadap al-Qur’an”; mulai dari pengertian, pentingnya adab, adab menyentuh dan membawa al-Qur’an, adab membaca al-Qur’an, serta adab menaruh dan meletakkan al-Qur’an. Bagian ketiga, berisi tentang “sanad guru ngaji”; yang akan disajikan pembahasan mengenai definisi sanad, pentingnya sanad, sejarah lahirnya lembaga pendidikan beserta guru ngaji al-Qur’an, hingga kisah dan tips para guru ngaji dalam belajar dan menghafal al-Qur’an. Bab keempat, berisi tentang “kidung pelestarian al-Qur’an”; yang menghadirkan dimensi kearifan lokal terkait tradisi masyarakat dan menghidupkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari (living Qur’an). Pada bagian inilah diangkat kembali berbagai praktik pelestarian al-Qur’an di tengah masyarakat. Seperti penyampaian pesan penting al-Qur’an melalui pujian, atau kidung, atau syair-syair lokal. Bagian kelima, sebagai bagian akhir dari buku ini berisi tentang pengalaman dan praktik belajar al-Qur’an di daerah tertentu. Sebagai sebuah contoh refeleksi terkait rasa dan suasana belajar al-Qur’an.
-

Rp 95.000
Karya ini mengajak pembaca memahami konsep standardisasi pendidikan melalui perspektif Al-Qur’an yang dikontekstualisasikan dengan kebutuhan pendidikan modern. Meskipun istilah standar dan standardisasi tidak disebutkan secara eksplisit dalam teks Al-Qur’an, buku ini menghadirkan lafal-lafal seperti al-wazn, al-‘adl, al-qiṣt, dan al-qisṭās sebagai landasan nilai yang mencerminkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan ukuran. Melalui karya ini, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tidak hanya dipahami secara teknis, tetapi juga memiliki legitimasi keagamaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Buku ini mengkaji Tafsīr al-Munīr karya Wahbah al-Zuḥaili dan Tafsīr al-Misbah karya M. Quraish Shihab dengan pendekatan tafsir kontekstual. Dari analisis tersebut, pembaca diajak memahami bahwa SKL dalam perspektif kedua tafsir dengan menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, spiritual, dan sosial. Keseimbangan ini tercermin dalam penguasaan pengetahuan dasar, keterampilan praktis, serta pembentukan karakter.
Buku ini dirumuskan dengan landasan nilai yang kuat namun tetap relevan dengan kebutuhan zaman, konsep standar pendidikan dalam karya ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berorientasi pada pembentukan pribadi yang percaya diri, peduli, mampu mengendalikan diri, serta menjaga keseimbangan demi terwujudnya kehidupan yang sejahtera dan stabil.
-

Rp 70.000
Kasus bullying di sekolah menjadi perhatian serius. Berbagai bentuk bullying mulai dari verbal hingga seksual, marak terjadi di kalangan siswa. Sekolah telah mencoba berbagai pendekatan untuk mengatasi masalah ini. Namun, belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Buku ini akan membahas Solusi dengan menggunakan metode Behavior. Yang terdiri dari empat tahap. Tahap pertama, penilaian terhadap perilaku bullying yang terjadi. Tahap kedua, penentuan tujuan yang ingin dicapai dalam penanganan kasus ini. Tahap ketiga, penerapan teknik-teknik tertentu, seperti latihan asertif dan modeling. Tahap terakhir, evaluasi untuk melihat sejauh mana keberhasilan metode ini dalam mengatasi masalah bullying. Pembahasan lebih informatif, milikilah buku ini. Dan selamat membaca!
-

Buku ini membahas tentang efektivitas gamifikasi melalui media Baamboozle dan pola komunikasi guru terhadap siswa. Termasuk bagaimana strategi seorang guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Hadirnya buku ini, terinspirasi dari sebuah jurnal yang ditulis oleh Alif Achadah, “Strategi Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam” yang disimpulkan oleh penulis, bahwa seorang guru harus mempunyai strategi yang ideal untuk dapat mengajar di dalam kelas sesuai dengan kondisi yang biasanya berbeda pada tiap-tiap jenjangnya. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa-siswi yang ada di lembaga pendidikan yang diajarnya.
Pola komunikasi yang digunakan terdapat tiga pola, yaitu pola komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Begitupun manfaat menggunakan media Baamboozle, bisa dinilai efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, terbukti dengan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, kelas terlihat aktif dan interaktif, dan indikator lain yang menunjukkan siswa semangat dalam mengikuti seluruh kegiatan belajar mengajar. Semoga buku ini bermanfaat, selamat membaca!