View cart “Metode Abjadi Jilid 5” has been added to your cart.
Showing 19–27 of 46 results
-

Rp 15.000
Abjadi adalah akronim dari Ayo Belajar Al-Qur`an di IIQ. Metode ini dirancang khusus untuk pemula, yakni siapa saja yang masih belum mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak tingkat PAUD. Jumlah huruf Arab yang kemudian menjadi bahasa Al-Qur`an adalah 28 huruf. Tertib atau urutannya ada tiga: (1) tertib Abjadi, (2) tertib Hijai, dan (3) tertib Makhariji. Tiga urutan huruf Arab inilah yang kemudian menjadi basis pengembangan Metode Abjadi untuk bisa diterapkan dalam bacaan huruf berharakat, bersukun, bertasydid, kata, sampai kalimat.
Mengingat metode ini untuk pemula maka pembahasan tajwid tidak dimunculkan dalam bentuk teori, tetapi diberikan dalam contoh yang diulang-ulang dan berurutan dari yang paling mudah. Guru memberikan contoh bacaan yang tepat sesuai teori-teori ilmu tajwid dan hasil talaqqi-musyafahah dari guru yang riwayat bacaannya bersambung sampai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Buku ini dibuat menjadi 5 jilid yang masing-masing jilid berisi 40-50 halaman. Desain sampul dibuat sedekat mungkin dengan dunia kanak-kanak dengan perpaduan gambar bintang, pelangi, dan pancaran cahaya yang cerah. Pembeda setiap jilidnya, selain terdapat tulisan jilid 1 s.d. 5 juga terletak pada variasi warna langit: warna pagi untuk jilid 1, siang untuk jilid 2, sore untuk jilid 3, senja untuk jilid 4, dan warna malam untuk jilid lima.
Di dalam gambar, simbol, dan warna-warna pada sampul terkandung doa agar para pelajar Al-Qur`an dimudahkan dalam belajar dan terus mau belajar sampai mampu menjalankan dan mengamalkan kandungannya. Demikian prakata singkat ini kami buat. Semoga harapan kita, para orang tua dan para guru—agar generasi penerus bangsa ini adalah ahli agama dan ahli Al-Qur`an—menjadi kenyataan dan dikabulkan oleh Allah Subhânahu wa Ta‘âlâ. Amin.
-

Rp 15.000
Abjadi adalah akronim dari Ayo Belajar Al-Qur`an di IIQ. Metode ini dirancang khusus untuk pemula, yakni siapa saja yang masih belum mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak tingkat PAUD. Jumlah huruf Arab yang kemudian menjadi bahasa Al-Qur`an adalah 28 huruf. Tertib atau urutannya ada tiga: (1) tertib Abjadi, (2) tertib Hijai, dan (3) tertib Makhariji. Tiga urutan huruf Arab inilah yang kemudian menjadi basis pengembangan Metode Abjadi untuk bisa diterapkan dalam bacaan huruf berharakat, bersukun, bertasydid, kata, sampai kalimat.
Mengingat metode ini untuk pemula maka pembahasan tajwid tidak dimunculkan dalam bentuk teori, tetapi diberikan dalam contoh yang diulang-ulang dan berurutan dari yang paling mudah. Guru memberikan contoh bacaan yang tepat sesuai teori-teori ilmu tajwid dan hasil talaqqi-musyafahah dari guru yang riwayat bacaannya bersambung sampai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Buku ini dibuat menjadi 5 jilid yang masing-masing jilid berisi 40-50 halaman. Desain sampul dibuat sedekat mungkin dengan dunia kanak-kanak dengan perpaduan gambar bintang, pelangi, dan pancaran cahaya yang cerah. Pembeda setiap jilidnya, selain terdapat tulisan jili 1 s.d. 5 juga terletak pada variasi warna langit: warna pagi untuk jilid 1, siang untuk jilid 2, sore untuk jilid 3, senja untuk jilid 4, dan warna malam untuk jilid lima.
Di dalam gambar, simbol, dan warna-warna pada sampul terkandung doa agar para pelajar Al-Qur`an dimudahkan dalam belajar dan terus mau belajar sampai mampu menjalankan dan mengamalkan kandungannya. Demikian prakata singkat ini kami buat. Semoga harapan kita para orang tua dan para guru—agar generasi penerus bangsa ini adalah ahli agama dan ahli Al-Qur`an—menjadi kenyataan dan dikabulkan oleh Allah Subhânahu wa Ta‘âlâ. Amin.
-

Rp 15.000
Abjadi adalah akronim dari Ayo Belajar Al-Qur`an di IIQ. Metode ini dirancang khusus untuk pemula, yakni siapa saja yang masih belum mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak tingkat PAUD. Jumlah huruf Arab yang kemudian menjadi bahasa Al-Qur`an adalah 28 huruf. Tertib atau urutannya ada tiga: (1) tertib Abjadi, (2) tertib Hijai, dan (3) tertib Makhariji. Tiga urutan huruf Arab inilah yang kemudian menjadi basis pengembangan Metode Abjadi untuk bisa diterapkan dalam bacaan huruf berharakat, bersukun, bertasydid, kata, sampai kalimat.
Mengingat metode ini untuk pemula maka pembahasan tajwid tidak dimunculkan dalam bentuk teori, tetapi diberikan dalam contoh yang diulang-ulang dan berurutan dari yang paling mudah. Guru memberikan contoh bacaan yang tepat sesuai teori-teori ilmu tajwid dan hasil talaqqi-musyafahah dari guru yang riwayat bacaannya bersambung sampai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Buku ini dibuat menjadi 5 jilid yang masing-masing jilid berisi 40-50 halaman. Desain sampul dibuat sedekat mungkin dengan dunia kanak-kanak dengan perpaduan gambar bintang, pelangi, dan pancaran cahaya yang cerah. Pembeda setiap jilidnya, selain terdapat tulisan jili 1 s.d. 5 juga terletak pada variasi warna langit: warna pagi untuk jilid 1, siang untuk jilid 2, sore untuk jilid 3, senja untuk jilid 4, dan warna malam untuk jilid lima.
Di dalam gambar, simbol, dan warna-warna pada sampul terkandung doa agar para pelajar Al-Qur`an dimudahkan dalam belajar dan terus mau belajar sampai mampu menjalankan dan mengamalkan kandungannya. Demikian prakata singkat ini kami buat. Semoga harapan kita para orang tua dan para guru—agar generasi penerus bangsa ini adalah ahli agama dan ahli Al-Qur`an—menjadi kenyataan dan dikabulkan oleh Allah Subhânahu wa Ta‘âlâ. Amin.
-

Rp 15.000
Abjadi adalah akronim dari Ayo Belajar Al-Qur`an di IIQ. Metode ini dirancang khusus untuk pemula, yakni siapa saja yang masih belum mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak tingkat PAUD. Jumlah huruf Arab yang kemudian menjadi bahasa Al-Qur`an adalah 28 huruf. Tertib atau urutannya ada tiga: (1) tertib Abjadi, (2) tertib Hijai, dan (3) tertib Makhariji. Tiga urutan huruf Arab inilah yang kemudian menjadi basis pengembangan Metode Abjadi untuk bisa diterapkan dalam bacaan huruf berharakat, bersukun, bertasydid, kata, sampai kalimat.
Mengingat metode ini untuk pemula maka pembahasan tajwid tidak dimunculkan dalam bentuk teori, tetapi diberikan dalam contoh yang diulang-ulang dan berurutan dari yang paling mudah. Guru memberikan contoh bacaan yang tepat sesuai teori-teori ilmu tajwid dan hasil talaqqi-musyafahah dari guru yang riwayat bacaannya bersambung sampai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Buku ini dibuat menjadi 5 jilid yang masing-masing jilid berisi 40-50 halaman. Desain sampul dibuat sedekat mungkin dengan dunia kanak-kanak dengan perpaduan gambar bintang, pelangi, dan pancaran cahaya yang cerah. Pembeda setiap jilidnya, selain terdapat tulisan jili 1 s.d. 5 juga terletak pada variasi warna langit: warna pagi untuk jilid 1, siang untuk jilid 2, sore untuk jilid 3, senja untuk jilid 4, dan warna malam untuk jilid lima.
Di dalam gambar, simbol, dan warna-warna pada sampul terkandung doa agar para pelajar Al-Qur`an dimudahkan dalam belajar dan terus mau belajar sampai mampu menjalankan dan mengamalkan kandungannya. Demikian prakata singkat ini kami buat. Semoga harapan kita para orang tua dan para guru—agar generasi penerus bangsa ini adalah ahli agama dan ahli Al-Qur`an—menjadi kenyataan dan dikabulkan oleh Allah Subhânahu wa Ta‘âlâ. Amin.
-

Rp 15.000
Abjadi adalah akronim dari Ayo Belajar Al-Qur`an di IIQ. Metode ini dirancang khusus untuk pemula, yakni siapa saja yang masih belum mengenal huruf-huruf Al-Qur’an, khususnya bagi anak-anak tingkat PAUD. Jumlah huruf Arab yang kemudian menjadi bahasa Al-Qur`an adalah 28 huruf. Tertib atau urutannya ada tiga: (1) tertib Abjadi, (2) tertib Hijai, dan (3) tertib Makhariji. Tiga urutan huruf Arab inilah yang kemudian menjadi basis pengembangan Metode Abjadi untuk bisa diterapkan dalam bacaan huruf berharakat, bersukun, bertasydid, kata, sampai kalimat.
Mengingat metode ini untuk pemula maka pembahasan tajwid tidak dimunculkan dalam bentuk teori, tetapi diberikan dalam contoh yang diulang-ulang dan berurutan dari yang paling mudah. Guru memberikan contoh bacaan yang tepat sesuai teori-teori ilmu tajwid dan hasil talaqqi-musyafahah dari guru yang riwayat bacaannya bersambung sampai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Buku ini dibuat menjadi 5 jilid yang masing-masing jilid berisi 40-50 halaman. Desain sampul dibuat sedekat mungkin dengan dunia kanak-kanak dengan perpaduan gambar bintang, pelangi, dan pancaran cahaya yang cerah. Pembeda setiap jilidnya, selain terdapat tulisan jili 1 s.d. 5 juga terletak pada variasi warna langit: warna pagi untuk jilid 1, siang untuk jilid 2, sore untuk jilid 3, senja untuk jilid 4, dan warna malam untuk jilid lima.
Di dalam gambar, simbol, dan warna-warna pada sampul terkandung doa agar para pelajar Al-Qur`an dimudahkan dalam belajar dan terus mau belajar sampai mampu menjalankan dan mengamalkan kandungannya. Demikian prakata singkat ini kami buat. Semoga harapan kita para orang tua dan para guru—agar generasi penerus bangsa ini adalah ahli agama dan ahli Al-Qur`an—menjadi kenyataan dan dikabulkan oleh Allah Subhânahu wa Ta‘âlâ. Amin.
-

Rp 100.000
Mushaf Kuno Nusantara menghadirkan gambaran utuh tentang kekayaan tradisi penyalinan Al-Qur’an di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur. Melalui mushaf-mushaf tua yang tersimpan di Lamongan, buku ini menelusuri jejak warisan intelektual dan spiritual yang tertanam dalam setiap lembarannya.
Pembaca diajak mengenal berbagai ciri tekstual yang menjadi keunikan mushaf kuno, seperti penggunaan dhabt al-mushaf—hamzah washal dan qatha’, tanda sukun pada bacaan nun sakinah, pola titik, bentuk i‘râb (harakat rafa’, nashab, jar atau jazem), hingga faktor nâqish (kurang), ziyâdah (tambah), dan tabdîl (pergantian huruf atau kata) dalam penulisan. Ragam bentuk ini memperlihatkan perpaduan harmonis antara tradisi keilmuan Islam dengan budaya lokal yang berkembang pada masanya.
Melalui penyajian yang jernih dan mudah diikuti, buku ini membantu pembaca memahami bagaimana mushaf-mushaf tersebut tidak hanya berfungsi sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai cermin perjalanan sejarah, seni, dan identitas keislaman di Nusantara.
Karya ini layak menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin mendalami perkembangan penulisan Al-Qur’an di Indonesia, sekaligus memperkaya wawasan tentang khazanah peradaban Islam yang tumbuh di bumi Nusantara.
-

Rp 85.000
Buku ini mengulas tradisi Mopatama Korā, yaitu prosesi mengkhatamkan Al-Qur’an bagi calon pengantin perempuan pada malam kolontigi (malam pemakaian inai) dalam pernikahan adat suku Kaili di Palu, Sulawesi Tengah. Tradisi ini merupakan hasil pertemuan dan akulturasi antara adat lokal suku Kaili dan ajaran Islam yang berkembang setelah masuknya Islam ke wilayah tersebut.
Dalam buku ini menampilkan bagaimana Al-Qur’an bukan hanya dipahami sebagai teks suci melainkan dihidupkan dan dimaknai dalam praktik sosial dan budaya masyarakat. Di dalamnya juga mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang terkandung dalam tradisi Mopatama Korā melalui penjelasan tafsir Al-Qur’an dan kaidah fikih al-‘ādah muḥakkamah. Ini menunjukkan bahwa tradisi ini termasuk dalam kategori al-‘urf ṣaḥīḥ, yaitu adat yang tidak bertentangan dengan nash syariat dan mengandung kemaslahatan, khususnya dalam menjaga agama dan keturunan. Dengan demikian, Mopatama Korā layak dipahami dan dilestarikan sebagai warisan budaya religius yang memperkaya khazanah Islam Nusantara.
-

Rp 100.000
Buku ini mengajak pembaca mendalami salah satu fondasi iman, yaitu mengenal Asmaul Husna—nama-nama Allah yang mulia. Berlandaskan tiga pilar utama tauhid, yaitu Tauhid Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa Sifat, buku ini menguraikan bagaimana mengenal sifat-sifat Allah tidak hanya sebagai penguat iman, tetapi juga sebagai jalan untuk mencintai dan mendekatkan diri kepada-Nya.Setiap bab dalam buku ini mengupas makna dari masing-masing Asmaul Husna, menyajikan penjelasan dari Al-Qur’an dan Hadis, serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Dari nama Allah yang Maha Pengasih hingga yang Maha Bijaksana, pembaca diajak untuk memahami setiap aspek kebesaran Allah, bagaimana nama-nama tersebut menguatkan jiwa, serta memupuk kesadaran bahwa semua tindakan ibadah dan doa kita adalah wujud kepasrahan dan penghambaan kepada-Nya.
-
Sale!

Rp 100.000 Rp 80.000
Buku ini membahas pemeliharaan lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan dengan perspektif Islam. Dengan menelaah tafsir Al-Manār dan At-Taḥrīr wa at-Tanwīr. Dalam buku ini menjelaskan bagaimana transisi dari energi fosil ke energi terbarukan tidak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga bagian dari implementasi ajaran Islam dalam menjaga kehidupan, harta, lingkungan, serta nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam konteks modern, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta yang menghadapi tingkat polusi tinggi akibat penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar fosil, buku ini menawarkan pandangan bahwa energi terbarukan bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga wujud tanggung jawab moral dan spiritual. Hadirnya buku ini ingin memberikan pencerahan dengan landasan akademik dan keagamaan yang kuat. Maka buku ini menjadi bacaan penting bagi para akademisi, pembuat kebijakan, serta masyarakat umum yang ingin memahami hubungan antara Islam, energi terbarukan, dan pelestarian lingkungan. Semoga bermanfaat, dan selamat membaca!