View cart “POTRET KINESIK NEGATIF DALAM AYAT-AYAT AL-QUR’AN” has been added to your cart.
Showing 28–36 of 46 results
-

Rp 100.000
Buku ini menggali konsep mendalam tentang potensi manusia (an-nafs) menurut Al-Qur’an. Memandang manusia sebagai makhluk dengan potensi yang menyatu antara spiritual, intelektual, emosional, dan moral. Pandangan ini menolak gagasan kecerdasan yang terpisah sebagaimana teori Multiple Intelligences, dan menawarkan cara pandang Al-Qur’an yang lebih holistik.
Melalui empat metode pendekatan utama—taswiyah, tazkiyah, iktisyāf, dan tawāṣul. Buku ini menunjukkan bagaimana jiwa manusia dapat diselaraskan, disucikan, dan dikembangkan secara seimbang. Semua itu berpuncak pada satu tujuan besar: membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan hati dan menyinari ruh.
Karya ini menjadi panduan inspiratif bagi pendidik, akademisi, dan siapa pun yang ingin memahami potensi manusia secara utuh dalam cahaya Al-Qur’an. Semoga bermanfaat, dan selamat membaca!
-

Buku ini menyajikan tafsir tematik dalam kata “khauf” terhadap perilaku cemas perspektif scientific qur`anic. Dituliskan dalam bentuk redaksi ayat beserta terjemahannya serta dilengkapi dengan pendapat mufassir dengan konsepsi dinamika trait-state anxiety.
Konsep ini dianggap mampu menjadi sarana muhasabah diri bagi individu muslim untuk menghadapi kecenderungan kecemasan dalam situasi tertentu sehingga mengakibatkan adanya kecemasan yang adaktif dan maladaktif jika dilihat dari segi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat, selamat membaca!
-

Metodologi penulisan buku “Petunjuk Praktis Tahsin Tartil Al-Qur’an Metode Maisura Menuju Muara Ilmu Tajwid Terpadu dan Komprehensif” dituangkan dengan praktis, yang mengacu pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu: Teori yang berpijak pada referensi mu’tabar berikut teks & terjemahannya, Praktik yang integratif antara Talaqqiy & Musyafahah, serta Informatif terhadap mushaf terbitan Indonesia & Timur Tengah sehingga dapat dikatakan bahwa buku ini sebagai terobosan baru, pertama & satu-satunya di Indonesia. Selain itu juga sangat bagus untuk buku panduan guru Al-Qur’an, pengajar Ilmu Tajwid, Qari’/Qari’ah, Hafizh/Hafizhah, Mufassir/Mufassirah, Dewan Hakim MTQ/STQ Bidang Tajwid atau Bidang Fashahah, dan para pecinta Al-Qur’an yang ingin meningkatkan kualitas di dalam membaca Al-Qur’an hingga ber-Tajwid dan mencapai kualitas tartil optimal-mengingat bab & materi pembahasan di dalamnya sangat lengkap dan bernuansa baru.
-
Sale!

Rp 120.000 Rp 60.000
Buku ini mengangkat tema-tema Al-Qur’an yang berkaitan langsung dengan kehidupan, khususnya isyarat bahasa tubuh yang tersirat dalam ayat-ayatnya. Melalui pembahasan ini, pembaca diajak memahami pesan-pesan nonverbal yang mengandung makna moral, sekaligus menjadikannya pedoman dalam memperbaiki akhlak umat. Karya ini diharapkan dapat menambah khazanah tafsir dengan menyingkap makna yang tersembunyi di balik gerak dan isyarat yang terekam dalam Al-Qur’an. Setiap pembahasan di dalamnya disusun agar mudah dipahami, sekaligus mengajak pembaca merenungi bahwa bahasa tubuh bukan sekadar ekspresi fisik, tetapi juga cerminan nilai-nilai spiritual yang diabadikan dalam wahyu. Semoga bermanfaat, dan selamat membaca!
-

Buku dengan judul “PRESKRIPSI KAJIAN QIRA’AT AL-QUR’AN” ini menyajikan informasi tentang pengajaran salah satu bagian dari Ilmu Al-Qur’an, yakni Ilmu Qira’at. Panduan ini dapat memberikan gambaran kepada para pengajar Ilmu Qira’at terkait parameter atau kompetensi pemahaman pelajar dalam memahami Ilmu Qira’at.
-

Al-Quran merupakan kalam Allah SWT yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Jibril AS. Al-Qur’an diturunkan dalam bentuk bahasa Arab, sebab masyarakat yang dihadapi pada masa itu adalah masyarakat Arab. Dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat menceritakan hal-hal yang samar dan abstrak. Manusia tidak mampu mencernanya jika hanya mengandalkan akal saja.
Maka diperlukan penafsiran dari Rasulullah saw, sahabat, tabiin dan ulama untuk memahami makna-makna Al-Quran dengan lebih sempurna dan tepat dan dapat mengambil dan mengeluarkan hukum yang terkandung di dalamnya. Buku ini akan membantu pembaca lebih mudah dalam memahami apa saja yang harus dipelajari dalam memahami kandungan Al-Qur’an.
-

Rp 150.000
Buku Qirā’āt dalam Literatur Tafsir Indonesia mengajak pembaca menelusuri dimensi penting namun kerap terpinggirkan dalam khazanah tafsir Al-Qur’an di Indonesia: ragam qirā’āt. Lebih dari sekadar variasi bacaan, qirā’āt dihadirkan sebagai elemen strategis yang memperluas cakrawala makna ayat, membentuk corak penafsiran, dan memengaruhi proses istinbāṭ hukum. Dengan uraian yang sistematis dan mudah diikuti, buku ini menjelaskan hakikat ilmu qirā’āt, kedudukannya dalam tradisi tafsir, serta relasinya dengan dinamika perkembangan penafsiran Al-Qur’an di Indonesia dari masa klasik hingga kontemporer.
Secara khusus, buku ini menelusuri jejak historis penggunaan qirā’āt sejak abad ke-17 hingga abad ke-21 melalui telaah atas karya-karya monumental yang representatif. Melalui pendekatan historis dan analisis hermeneutika, pembaca diajak memahami bagaimana para mufasir Nusantara memposisikan dan memaknai keragaman bacaan Al-Qur’an—ada yang menjadikannya fondasi argumentasi makna, ada pula yang menempatkannya secara proporsional sesuai konteks sosial, pendidikan, dan orientasi keilmuan zamannya.
Karya ini menegaskan bahwa setiap ragam bacaan bukan sekadar variasi linguistik, melainkan pintu menuju keluasan makna dan kedalaman tafsir. Ditulis dengan analisis yang kokoh namun tetap komunikatif, buku ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan studi Al-Qur’an di Indonesia, serta layak dibaca oleh mahasiswa, akademisi, dan siapa pun yang ingin memahami dinamika serta kekayaan tradisi tafsir Indonesia secara lebih utuh dan bernuansa
-

Buku ini terdiri dari lima (5) bagian. Bagian pertama adalah Iftitah, berisi pendahuluan, yang mengulas konteks atau latar belakang lahirnya buku, maksud dan tujuan, serta target sasaran buku. Bagian kedua, mengulas terkait “adab terhadap al-Qur’an”; mulai dari pengertian, pentingnya adab, adab menyentuh dan membawa al-Qur’an, adab membaca al-Qur’an, serta adab menaruh dan meletakkan al-Qur’an. Bagian ketiga, berisi tentang “sanad guru ngaji”; yang akan disajikan pembahasan mengenai definisi sanad, pentingnya sanad, sejarah lahirnya lembaga pendidikan beserta guru ngaji al-Qur’an, hingga kisah dan tips para guru ngaji dalam belajar dan menghafal al-Qur’an. Bab keempat, berisi tentang “kidung pelestarian al-Qur’an”; yang menghadirkan dimensi kearifan lokal terkait tradisi masyarakat dan menghidupkan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari (living Qur’an). Pada bagian inilah diangkat kembali berbagai praktik pelestarian al-Qur’an di tengah masyarakat. Seperti penyampaian pesan penting al-Qur’an melalui pujian, atau kidung, atau syair-syair lokal. Bagian kelima, sebagai bagian akhir dari buku ini berisi tentang pengalaman dan praktik belajar al-Qur’an di daerah tertentu. Sebagai sebuah contoh refeleksi terkait rasa dan suasana belajar al-Qur’an.
-

Tafsir merupakan usaha manusia untuk memahami maksud kandungan Al-Qur’an dengan cara menggali makna, maksud dan isyarat yang dikandungnya lewat berbagai corak atau pendekatan. Salah satu corak atau pendekatan penafsiran adalah corak ilmiy atau dikenal dengan nama Tafsir Ilmiy. Dalam sejarah penafsiran, mufasir klasik seringkali membatasi penafsiran ayat-ayat kauniyah sebab penafsiran tersebut belum menemukan pijakan akibat belum terungkapnya fenomena-fenomena alam yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut.
Adanya kemajuan ilmu dan teknologi memungkinkan terungkapnya isyarat Al-Qur’an pada ayat-ayat kauniyah hingga akhirnya melahirkan sebuah pendekatan penafsiran yaitu Tafsir Ilmiy. Adapun cakupan pembahasan dalam kajian Tafsir Ilmiy adalah ayat-ayat yang berbicara tentang seluruh ciptaan Allah SWT. Di alam semesta, baik yang berbentuk kecil (makrosmos). Sehingga dalam pembahasan buku ini , akan ditemukan tema-tema seperti penciptaan Bumi, penciptaan luar angkasa, Matahari, Bulan, Bintang dan Planet sampai pada pembahasan senyawa air dan atom. Terungkapnya berbagai fakta ilmiah seiring berkembangnya teknologi modern saat ini telah membuka dimensi lain dari mukjizat Al-Qur’an yaitu mukjizat ilmiyah.