Showing 1–9 of 86 results

  • Trauma Healing Perspektif Al-Qur’an

    Rp 70.000

    Buku ini membahas upaya pemulihan luka batin yang dialami korban perkosaan melalui pendekatan nilai-nilai Al-Qur’an. Peristiwa kekerasan seksual tidak hanya meninggalkan dampak fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam, seperti ketakutan, rasa bersalah, kehilangan makna hidup, dan keguncangan spiritual. Dalam kondisi inilah Al-Qur’an hadir sebagai sumber ketenangan, penguatan jiwa, dan harapan bagi mereka yang terluka. Dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang ketenangan jiwa, kesabaran, keyakinan, introspeksi diri, serta hikmah di balik ujian kehidupan. Dalam buku ini menguraikan bagaimana nilai-nilai ilahiah dapat menjadi fondasi dalam proses trauma healing. Al-Qur’an tidak hanya menawarkan penghiburan spiritual, tetapi juga membimbing manusia untuk menemukan kembali makna hidup, rasa aman, dan kedamaian batin. Buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi pendidik, konselor, pegiat sosial, serta siapa pun yang ingin memahami proses penyembuhan trauma dari perspektif Islam yang humanis, empatik, dan penuh rahmah.

  • Bahan Ajar Indeks Zakat

    Rp 60.000

    Bahan Ajar Indeks Zakat Jilid 1 merupakan panduan komprehensif mengenai sistem pengukuran kinerja zakat yang dikembangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI). Buku ini membahas empat instrumen utama: Indeks Zakat Nasional, Indeks Literasi Zakat, Indeks Transparansi Lembaga Pengelola Zakat, dan Indeks Kepatuhan Syariah Lembaga Zakat.

    Melalui pendekatan konseptual dan metodologis yang sistematis, buku ini menjelaskan dimensi makro dan mikro pengelolaan zakat, model estimasi penghitungan indeks, pengukuran dampak zakat terhadap kesejahteraan mustahik dan pengentasan kemiskinan serta pengukuran kualitas tatakelola dalam pengelolaan zakat. Disusun untuk mahasiswa, akademisi, dan praktisi, buku ini menjadi rujukan penting dalam mendorong tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi umat.

  • Tahsin Tajwid Merawat Bacaan Al-Qur’an dengan Mudah dan indah

    Rp 100.000

    Buku ini menghadirkan uraian mendalam atas Sajak Tajwid yang telah beredar sejak 2017 dan memperoleh respons positif dari berbagai kalangan. Kehadiran syarah ini dimaksudkan untuk menjelaskan maksud setiap bait secara sistematis dan proporsional, sehingga terhindar dari penafsiran yang menyimpang dari ruh dan tujuan penyusunnya.

    Dalam buku ini, Jejak historis Metode Baghdadi turut mendapatkan perhatian, sekaligus ditempatkan dalam kerangka pembahasan yang relevan dengan perkembangan pembelajaran tajwid. Setiap informasi penting yang memerlukan penguatan ilmiah, disertai rujukan otoritatif melalui catatan kaki. Kutipan dari berbagai nazham, khususnya karya ath-Thibi, turut dipaparkan guna memperkaya perspektif dan memperkokoh argumentasi.

    Dengan demikian, Syarah Sajak Tajwid Ini tidak hanya memperjelas makna yang benar, tetapi juga meluruskan pemahaman yang kurang tepat. Semoga kehadirannya dapat menjawab penantian para pembaca dan menjadi panduan yang bermanfaat dalam merawat bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar.

  • Nilai Al-Qur´an dalam Tradisi Mopatama Korā Suku Kaili

    Rp 85.000

    Buku ini mengulas tradisi Mopatama Korā, yaitu prosesi mengkhatamkan Al-Qur’an bagi calon pengantin perempuan pada malam kolontigi (malam pemakaian inai) dalam pernikahan adat suku Kaili di Palu, Sulawesi Tengah. Tradisi ini merupakan hasil pertemuan dan akulturasi antara adat lokal suku Kaili dan ajaran Islam yang berkembang setelah masuknya Islam ke wilayah tersebut.

    Dalam buku ini menampilkan bagaimana Al-Qur’an bukan hanya dipahami sebagai teks suci melainkan dihidupkan dan dimaknai dalam praktik sosial dan budaya masyarakat. Di dalamnya juga mengkaji nilai-nilai Al-Qur’an yang terkandung dalam tradisi Mopatama Korā melalui penjelasan tafsir Al-Qur’an dan kaidah fikih al-‘ādah muḥakkamah. Ini menunjukkan bahwa tradisi ini termasuk dalam kategori al-‘urf ṣaḥīḥ, yaitu adat yang tidak bertentangan dengan nash syariat dan mengandung kemaslahatan, khususnya dalam menjaga agama dan keturunan. Dengan demikian, Mopatama Korā layak dipahami dan dilestarikan sebagai warisan budaya religius yang memperkaya khazanah Islam Nusantara.

  • Qirā’āt dalam Literatur Tafsir Indonesia Telaah Historis dan Metodologis

    Rp 150.000

    Buku Qirā’āt dalam Literatur Tafsir Indonesia mengajak pembaca menelusuri dimensi penting namun kerap terpinggirkan dalam khazanah tafsir Al-Qur’an di Indonesia: ragam qirā’āt. Lebih dari sekadar variasi bacaan, qirā’āt dihadirkan sebagai elemen strategis yang memperluas cakrawala makna ayat, membentuk corak penafsiran, dan memengaruhi proses istinbā hukum. Dengan uraian yang sistematis dan mudah diikuti, buku ini menjelaskan hakikat ilmu qirā’āt, kedudukannya dalam tradisi tafsir, serta relasinya dengan dinamika perkembangan penafsiran Al-Qur’an di Indonesia dari masa klasik hingga kontemporer.

    Secara khusus, buku ini menelusuri jejak historis penggunaan qirā’āt sejak abad ke-17 hingga abad ke-21 melalui telaah atas karya-karya monumental yang representatif. Melalui pendekatan historis dan analisis hermeneutika, pembaca diajak memahami bagaimana para mufasir Nusantara memposisikan dan memaknai keragaman bacaan Al-Qur’an—ada yang menjadikannya fondasi argumentasi makna, ada pula yang menempatkannya secara proporsional sesuai konteks sosial, pendidikan, dan orientasi keilmuan zamannya.

    Karya ini menegaskan bahwa setiap ragam bacaan bukan sekadar variasi linguistik, melainkan pintu menuju keluasan makna dan kedalaman tafsir. Ditulis dengan analisis yang kokoh namun tetap komunikatif, buku ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan studi Al-Qur’an di Indonesia, serta layak dibaca oleh mahasiswa, akademisi, dan siapa pun yang ingin memahami dinamika serta kekayaan tradisi tafsir Indonesia secara lebih utuh dan bernuansa

  • PENGEMBANGAN POTENSI AN-NAFS PERSPEKTIF AL-QUR’AN

    Rp 100.000

    Buku ini menggali konsep mendalam tentang potensi manusia (an-nafs) menurut Al-Qur’an. Memandang manusia sebagai makhluk dengan potensi yang menyatu antara spiritual, intelektual, emosional, dan moral. Pandangan ini menolak gagasan kecerdasan yang terpisah sebagaimana teori Multiple Intelligences, dan menawarkan cara pandang Al-Qur’an yang lebih holistik.

    Melalui empat metode pendekatan utama—taswiyah, tazkiyah, iktisyāf, dan tawāṣul. Buku ini menunjukkan bagaimana jiwa manusia dapat diselaraskan, disucikan, dan dikembangkan secara seimbang. Semua itu berpuncak pada satu tujuan besar: membangun pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan hati dan menyinari ruh.

    Karya ini menjadi panduan inspiratif bagi pendidik, akademisi, dan siapa pun yang ingin memahami potensi manusia secara utuh dalam cahaya Al-Qur’an. Semoga bermanfaat, dan selamat membaca!

  • AL-QUR’AN ISYARAT: Cahaya Bagi Penyandang Tunarungu

    Rp 75.000

    Buku “AL-QUR’AN ISYARAT: Cahaya Bagi Penyandang Tunarungu” hadir sebagai manifestasi bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk universal yang melampaui segala keterbatasan fisik manusia. Berpijak pada konsep pendidikan inklusif, buku ini membedah landasan teologis dan praktis dalam menghadirkan kalam Ilahi bagi masyarakat tuli. Penulis menegaskan bahwa hak untuk berinteraksi dengan wahyu adalah milik semua orang, sekaligus memberikan tinjauan kritis terhadap literatur terdahulu guna memperkuat sistem pendidikan Al-Qur’an yang lebih ramah disabilitas.

    Selanjutnya, buku ini mengupas tuntas aspek teknis dan metodologis mengenai interaksi tunarungu dengan Al-Qur’an. Mulai dari pemahaman mendalam terhadap karakteristik sensorik rungu wicara hingga penerapan metode isyarat yang sistematis dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an. Kehadiran panduan praktis ini menjadi terobosan penting untuk menjembatani kesenjangan aksesibilitas agama, yang selama ini sering kali hanya berfokus pada metode auditori konvensional.

    Pada bagian akhir, pembaca diajak menelusuri ekosistem pendukung melalui potret Pesantren Tahfiz Difabel, mulai dari visi pendirian hingga manajemen fasilitasnya. Buku ini mengungkap pilar-pilar keberhasilan pendidikan inklusif yang mampu mengubah kesunyian menjadi lantunan gerak bermakna. Ini adalah karya komprehensif yang tidak hanya menawarkan panduan pedagogis, tetapi juga inspirasi spiritual bagi pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk mewujudkan akses Al-Qur’an yang setara bagi semua.

  • ESENSI PEMBELAJARAN TAHSIN AL-QUR’AN

    Rp 75.000

    Buku ini menguraikan secara sistematis pembelajaran makhārij al-urūf dan ifāt al-urūf sebagai dasar utama dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an. Di dalamnya, berisi penjelasan yang disusun berdasarkan proses dalam menerapkan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dimana, di dalamnya terdapat tiga tahapan utama pembelajaran.

    Pertama, tahap perencanaan. Tahap ini menyajikan beberapa langkah, seperti pelaksanaan pretest, pengelompokan peserta, penyediaan media, serta penyusunan rubrik penilaian. Kedua, tahap pelaksanaan. Tahap ini ditandai dengan pembacaan sajak tajwid dan penggunaan strategi S.U.B.U.H (Salam, Ulang, Beri, Uji, Hamdalah). Ketiga, tahap evaluasi. Di tahap ini, dilakukan untuk melihat perkembangan dan memastikan ketercapaian tujuan.

    Selain itu, buku ini menjelaskan strategi pembelajaran melalui ceramah, praktik, dan demonstrasi. Serta strategi melalui tanya jawab dan latihan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kesadaran peserta mengenai kefasihan pengucapan huruf, pentingnya mempelajari makhārij dan ifāt, serta kemampuan menerapkannya dalam bacaan Al-Qur’an secara benar dan konsisten. Dengan penyajian yang jelas dan aplikatif, buku ini menjadi panduan berharga bagi para pengajar, praktisi tahsin, dan pembelajar Al-Qur’an yang ingin meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan metode yang efektif dan terarah.

  • MUSHAF KUNO NUSANTARA: KARAKTERISTIK SYAKL DHABT MUSHAF AL-QUR`AN SUNAN DRAJAT

    Rp 100.000

    Mushaf Kuno Nusantara menghadirkan gambaran utuh tentang kekayaan tradisi penyalinan Al-Qur’an di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Timur. Melalui mushaf-mushaf tua yang tersimpan di Lamongan, buku ini menelusuri jejak warisan intelektual dan spiritual yang tertanam dalam setiap lembarannya.

    Pembaca diajak mengenal berbagai ciri tekstual yang menjadi keunikan mushaf kuno, seperti penggunaan dhabt al-mushaf—hamzah washal dan qatha’, tanda sukun pada bacaan nun sakinah, pola titik, bentuk i‘râb (harakat rafa’, nashab, jar atau jazem), hingga faktor nâqish (kurang), ziyâdah (tambah), dan tabdîl (pergantian huruf atau kata) dalam penulisan. Ragam bentuk ini memperlihatkan perpaduan harmonis antara tradisi keilmuan Islam dengan budaya lokal yang berkembang pada masanya.

    Melalui penyajian yang jernih dan mudah diikuti, buku ini membantu pembaca memahami bagaimana mushaf-mushaf tersebut tidak hanya berfungsi sebagai teks keagamaan, tetapi juga sebagai cermin perjalanan sejarah, seni, dan identitas keislaman di Nusantara.

    Karya ini layak menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin mendalami perkembangan penulisan Al-Qur’an di Indonesia, sekaligus memperkaya wawasan tentang khazanah peradaban Islam yang tumbuh di bumi Nusantara.