Showing 28–36 of 80 results
-

Islam sebagai agama universal memiliki sifat adaptif untuk tumbuh dan berkembang di segala tempat dan setiap saat. Sulit untuk menghindari pengaruh tempat dalam kehidupan beragama, ajaran Islam sekalipun berhadapan dengan tradisi lokal, tetap mempertahankan universalitasnya. Ini merupakan indikasi bahwa perbedaan budaya bukanlah halangan untuk tercapainya tujuan Islam.
Mengungkap Makna Al-Qur’an dalam Tradisi Belamin. Buku ini, membahas tradisi yang berlangsung sejak lama. Diperkirakan sejak abad ke-16. Tradisi ini dilestarikan oleh masyarakat Ketapang, Kalimantan Barat dan masih memiliki garis keturunan dengan Kerajaan Matan Tanjungpura. Sebuah ritual ketika seorang gadis mengalami haidh pertama dan masih keturunan Kerajaan Matan Tanjungpura masyarakat akan melakukan tradisi yang disebut Belamin.
Tradisi ini umumnya dilakukan selama 7 (tujuh) hari dengan menyesuaikan kondisi perkembangan zaman, dan dalam pelaksanaan tradisi ini dilakukan dengan beberapa tata cara yaitu pertama, persiapan, kedua, anak gadis dilaminkan (dipingit dalam kamar), ketiga, keluar (turun) lamin, dan keempat, proses akhir pelaksanaan Tradisi Belamin. Nah, apakah tradisi ini termaktub dalam khazanah Islam? jikakau benar, apakah relevan dengan kandungan Al-Qur’an? Simaklah penjelasan detailnya dalam buku ini dan selamat membaca!
-

Buku ini terdiri dari kata pengantar, sambutan, Bab I, II, III, IV, V dan VI. Bab I Mengenal Dari Dekat Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML. Di bab ini disajikan biografi Almaghfurlah, sejak lahir dan nasab nya, pendidikannya, kiprah dan perjuangannya, karya ilmiah nya, akhlak dan sifat-sifatnya yang terpuji dan peranannya dalam mendirikan dan memimpin PTIQ. Bab II berjudul PTIQ Tempat Penggembleng an Kader Ulama. Dalam bab ini diuraikan latar belakang sejarah berdirinya PTIQ, tujuan PTIQ didirikan dan Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML dan PTIQ. Bab III berjudul PTIQ Dewasa Ini. Bab IV Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML dalam Kenangan Alumni. Bab ini merupakan inti yang berisi 34 tulisan alumni tentang Kiai yang Profesor sang Maha Guru yang mulia yang di kagumi itu. Bab V PTIQ dalam Gambar yang berisi foto-foto terkait dengan perkembangan dan aktifitas PTIQ yang sempat dihimpun oleh Team. Bab VI merupakan Epilog tentang hamalatul Qur’an.
-

Buku ini menyajikan tafsir tematik dalam kata “khauf” terhadap perilaku cemas perspektif scientific qur`anic. Dituliskan dalam bentuk redaksi ayat beserta terjemahannya serta dilengkapi dengan pendapat mufassir dengan konsepsi dinamika trait-state anxiety.
Konsep ini dianggap mampu menjadi sarana muhasabah diri bagi individu muslim untuk menghadapi kecenderungan kecemasan dalam situasi tertentu sehingga mengakibatkan adanya kecemasan yang adaktif dan maladaktif jika dilihat dari segi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat, selamat membaca!
-

Abu Hayyan al-Andalusi adalah seorang mufasir dengan karyanya yang fenomenal, yakni Tafsîr Al-Bahr Al-Muhîth. Banyak hal yang perlu dikaji dari sosok Abu Hayyan yang memiliki independensi dalam melakukan penafsiran. Abu Hayyan dengan tegas menerima qira’at syâdzdzah ketika menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk terhadap ayat-ayat hukum. Hal ini sangat dimungkinkan turut mempengaruhi corak penafsiran Abu Hayyan. Bahkan, ulama berbeda pendapat, apakah Abu Hayyan pengikut Madzhab Maliki, Syafi’i, atau Zhahiri?
Dalam buku ini akan dibahas Bagaimana metode istinbat yang ditempuh Abu Hayyan dalam menafsirkan ayat-ayat ahkam. Pun juga corak pemikiran fiqih Abu Hayyan dalam Tafsîr al-Bahr al-Muhîth. Buku ini hadir, harapannya, dapat menambah wawasan keilmuan masyarakat dan menambah spirit dan semangat untuk mengkaji literatur warisan ulama. Demi melestarikan perkembangan tafsir di masa depan. Semoga bermanfaat, selamat membaca!
-

Buku dengan judul “PRESKRIPSI KAJIAN QIRA’AT AL-QUR’AN” ini menyajikan informasi tentang pengajaran salah satu bagian dari Ilmu Al-Qur’an, yakni Ilmu Qira’at. Panduan ini dapat memberikan gambaran kepada para pengajar Ilmu Qira’at terkait parameter atau kompetensi pemahaman pelajar dalam memahami Ilmu Qira’at.
-

Buku ini berisi tentang efektifitas belajar siswa di era milenial. Seperti yang kita ketahui, penggunaan gadget sangat digandrungi oleh anak zaman sekarang. Apakah masih terlintas pada mereka untuk belajar? Dapatkah mereka membagi waktu antara belajar dan bermain melalui gadget mereka?
Di dalam buku ini akan dibahas bagaimana motivasi belajar siswa di tengah-tengah kemudahan internet. Demi tetap melestarikan karakter yang unggul. Menumbuhkan ketekunan belajar, dorongan belajar, minat belajar, rasa ulet belajar, harapan dan cita-cita masa depan. Buku ini juga akan membantu guru dalam memotivasi terkait keteguhan prinsip, menuntaskan permasalahan orang lain, menumbuhkan kegiatan belajar yang menarik, dan mandiri. Semoga bermanfaat, selamat membaca!
-

Buku ini berisi tentang panduan praktis pendidik dalam membentuk karakter anak didik yang berkualitas dari segi religius. Di dalamnya akan dibahas tentang unsur-unsur kurikulum pendidikan. Pertama, tujuan pendidikan yaitu mengajarkan atau menanamkan karakter religius kepada murid didasari dengan ilmu agama. Menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang berhak dan wajib untuk disembah, itu merupakan dari ciri-ciri ilmu yang bermanfaat.
-

Buku ini membahas tentang bagaimana peran Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam penanaman pendidikan karakter mandiri dan tanggung jawab di era new normal. Pertama, implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Pelaksanaan program diawali oleh guru-guru melaksanakan dan mengembangkan kurikulum, sedangkan peserta didik yang dalam pembelajaran didampingi orang tua selama di rumah. Kedua, efektifitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam penanaman karakter mandiri dan tanggung jawab melalui keteladanan, pembiasaan, serta motivasi dan dikemas dalam kegiatan-kegiatan yang menyenangkan.
-

الحمد لله رب العالمين الذي بنعمته تتم الصالحات، والصلاة والسلام على نبينا الكريم وعلى آله وأمته إلى يوم الدين.
إن المنهج الاسلامي منهج ذو طابع خاص وهو منهج العالمية، فإنه جاء لمصلحة البشر أجمعين دون تفريق بين المسلم وغيره، لأن المصلحة العامة يقررها الاسلام فوق أي شيء وهي مقصد سامي من مقاصد هذا الدين الحنيف.
ومن سمات المنهج الإسلامي هو العدل. فالعدل واجب في شتى المجالات لاسيما في الطرق العامة التي يجتاحها الناس مسلمين كانوا أم لا في يومياتهم ذهاباً وإياباً، وأيضاً من وإلى. لأن الجميع له حاجته في هذا الطريق. لذلك فإن العدل لجميع مستخدمي الطرق العامة. وبالتالي مُنع الظلم والعدوان والإيذاء والإعتداء على الغير من مستخدمي الطرق العامة.
لذلك، عرضت في هذا الكتاب المشاكل المتواجدة بإستمرار في الطرق العامة والتي تعبر عن خلل في المجتمع وقصور في بعض القيم الأخلاقية التي بدأت تتلاشى من سلوكيات الإنسان المسلم. ومن خلال هذا الكتاب وجدت أن القيم الأخلاقية لاتأتي بمجرد أداء العبادات فقط. لذلك، قمت بعرض المشاكل التي طرحتها من الزاوية الدينية والاجتماعية والنفسية في سبيل الحصول على إجابة لهذه الظاهرة. وقمت أيضا بعرض نظرة شاملة عن الأخلاق في المنهج الإسلامي من جانب ديني ونفسي واجتماعي ، والتفاسير المباشرة عن هذه الظاهرة وغير المباشرة. كما طرحت طريقة إسلامية لتنمية الثقافة والوعي الاجتماعي محاولة علاج ظاهرة التدهور الأخلاقي.